Surakarta Tampilkan Opera Ramayana Dengan Gamelan hip-hop


Surakarta Tampilkan Opera Ramayana Dengan Gamelan hip-hop

Dalam upaya untuk menghibur pelancong rumahan di Surakarta, yang juga dikenal sebagai Solo, di Jawa Tengah, kota ini menyelenggarakan pertunjukan Opera Ramayana yang berjudul Bakdan Neng Solo (Lebaran di Solo) dari tanggal 28 sampai 30 Juni.


Diadakan di Benteng Vastenburg, acaranya melibatkan 200 penari dan pemusik dari berbagai komunitas artistik di Surakarta, yaitu kelompok drama klasik Wayang Orang Sriwedari, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, studio tari Sanggar Tari Suryosumirat, Sarwi Retno Budaya dan Kembang Lawu. .


Baca : Korban Kecelakaan Di Jalan Turun 50% Saat Idul Fitri, Kata Polisi


Acara tersebut menampilkan aksi Rama Tambak, yang menceritakan tentang penculikan Dewi Shinta oleh Raja Alengka. Plot, yang mengikuti adat tradisional Jawa, memamerkan tempat pertarungan antara Rahwana dan Jatayu dan sebuah adegan di mana Hanoman membebaskan Dewi Shinta, sesuai permintaan Rama.


Terletak di daerah outdoor, para penonton hadir dengan senang hati melihat gerakan rusa dan monyet dinamis yang dipandu oleh para penari. Sementara itu, musik pencahayaan dan gamelan, yang diatur oleh Dedek Wahyudi, memukau penonton, membuat tayangan dua jam terasa pendek.


Baca :Tujuh Hidangan Keluarga Yang Di Santap Oleh Obama Saat Di Indonesia


Di antara semua adegan, bagian akhir yang menunjukkan pembakaran Hanoman dan balas dendam pasukan monyet adalah salah satu yang menjadi sorotan dari pertunjukan tersebut. Lagu-lagu hip-hop yang berasal dari gamelan membuat para penonton tertawa terbahak-bahak.


Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta Basuki Anggoro Hexa mengatakan, acara tersebut telah digelar setiap tiga tahun berturut-turut. Tahun depan, agensi berencana untuk menambahkan lebih banyak warna ke Opera Ramayana dengan mengeksplorasi budaya dari daerah lain, seperti Bali.


Bagaimana pendapat anda tentang post ini?


.