Indonesia Harus Berpikir Dua Kali Tentang Bantuan Militer Untuk Filipina


Indonesia Harus Berpikir Dua Kali Tentang Bantuan Militer Untuk Filipina

Pakar militer Mufti Makarim mendesak pemerintah untuk berhati-hati dengan rencananya untuk memberi Filipina bantuan militer sebagai bagian dari misi untuk menumpas sebuah kelompok militan yang berafiliasi dengan Negara Islam (IS) di Marawi, Filipina Selatan.


Mufti mengatakan langkah tersebut bisa memancing reaksi dari sel IS di Indonesia.


"Pemerintah harus berhati-hati sebelum memutuskan untuk mengirim bantuan militer ke Filipina, karena Indonesia juga menghadapi ancaman teroris dari kelompok yang terkait dengan IS," kata Mufti pada hari Selasa


Baca : Jokowi Sumbangkan Paket Makanan Pokok Selama Kunjungan Di Kampung Halaman


Mufti menyebutkan sebagai contoh pemboman kembar sebuah terminal bus Kampung Melayu di Jakarta Timur pada tanggal 24 Mei dan yang terakhir, penumpukan polisi yang fatal di kantor polisi Sumatera Utara pada hari Minggu.


Mufti mengatakan bahwa keputusan untuk menempatkan pasukan militer ke Filipina akan meminta Kepolisian Nasional untuk meningkatkan tindakan intelijen dalam memantau keamanan dalam negeri.


Namun, pembicara MPR) Zufikli Hasan mengatakan bahwa dia setuju dengan rencana untuk mengirim bantuan militer ke Marawi, karena Filipina adalah sesama anggota ASEAN.


"Ini akan menjadi sebuah kehormatan untuk membantu jika Filipina memintanya," kata Zulkifli dalam sebuah acara open house di Jakarta pada hari Minggu.


Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan bahwa Indonesia akan berkoordinasi dengan Australia, Selandia Baru, Malaysia, Brunei Darussalam dan Filipina mengenai situasi di Marawi.


Baca : Kabar Baru ! Obama Akan Berkunjung Ke Yogyakarta


"Indonesia akan melakukan koordinasi multilateral dengan lima negara untuk mendukung Filipina mengenai pemberontakan IS di sana," kata Wiranto di Jakarta, Selasa


Bagaimana pendapat anda tentang post ini?


.

BACA JUGA