Raja Salman Memborong TV 80 Inc Dan Kursi Seharga 17 Millyard


Raja Salman Memborong TV 80 Inc Dan Kursi Seharga 17 Millyard

Selain mengunjungi Istana Bogor, Masjid Istiqlal dan Gedung DPR, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud juga akan pergi berlibur ke Bali.

Untuk berlibur ke Bali Raja Salman membawa serta barang‑barang pribadinya seperti televisi berukuran 80 inch untuk diletakkan di kamar tempatnya menginap selama di Bali mulai 4 hingga 9 Maret 2017 mendatang.


Tidak hanya televisi berukuran raksasa, Raja Salman juga membawa serta satu set kursi pribadinya yang ditaksir harganya Rp 17 miliar.

"Untuk tangga pribadi dan mobilnya iya sudah tiba di Bali. Termasuk juga saya dapat info Raja Salman juga membawa langsung kursi pribadinya senilai Rp 17 miliar serta televisi 80 inch,"ujar Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies, I Ketut Ardana.

Untuk mengangkut logistik termasuk barang‑barang pribadi milik Raja Salman, pihak Arab Saudi menyewa 45 truk yang ada di Bali.

Ardana juga menjelaskan bahwa pemerintah provinsi Bali harus pula menyiapkan beberapa orang pemandu wisata yang fasih berbahasa Arab.

"Tentu harus ada peningkatan kualitas, khususnya kualitas SDM dalam hal ini guide berbahasa Arab. Mengingat selama ini nyaris tidak ada guide itu di Bali. Tentu pemerintah dan industri serta asosiasi harus bahu membahu dalam hal ini," katanya.

Selama ini komunikasi turis Timur Tengah dengan travel agent di Bali rata‑rata masih menggunakan bahasa Inggris.


Ardana berharap ke depan akan semakin banyak muncul guide yang mampu berbahasa Arab di Bali.

Kedatangan Raja Salman ke Bali, lanjut dia, merupakan peluang besar untuk meningkatkan kunjungan turis Arab Saudi, bahkan seluruh wilayah Timur Tengah (Middle East) ke Bali.

"Ini kesempatan baik bagi Bali untuk semakin terkenal di kancah internasional. Apalagi setelah 47 tahun absen, sekarang datang rombongan Kerajaan Saudi dengan 1.500 orang. Ini tentu menjadi perhatian dunia," kata Ardana.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Bandara Ngurah Rai, Budi Harjanto, mengatakan bahwa barang‑barang logistik milik Raja Salman sudah sampai di Bali sejak 18 Februari 2017 lalu.

"Barang‑barang pribadi keperluan Raja selama di Bali, salah satunya kursi, sudah tiba. Di dalamnya termasuk juga makanan dan minuman," ucap Budi Harjanto.

TNI Angkatan Udara (AU) juga telah melakukan persiapan untuk kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Bali yang akan mengerahkan 213 personel untuk pengamanan di Pangakalan Udara dan Bandara Ngurah Rai.

TNI dan Polri sampai H‑3 kedatangan Raja Salman ke Bali terus melakukan koordinasi dalam mempersiapkan kedatangannya.

Khususnya TNI AU akan lebih intens melakukan koordinasi dengan otoritas Bandara Internasional Ngurah Rai agar proses kedatangan Raja Salman tidak ada hambatan.

"TNI dan Polri sudah mengadakan rapat koordinasi di Kodam Udayana untuk kesiapan kedatangan Raja Salman," kata Kaptensus Dani Kusdani, Laur Ustak Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Ngurah Rai.

TNI AU akan membantu penuh dalam pengamanan Raja Salman di Pangkalan Udara dan Bandara Ngurah Rai. "TNI Angkatan Udara Ngurah Rai akan membantu penuh untuk kedatangan Raja Salman," ujar Dani.

Kaptensus Dani mengatakan, Lanud TNI AU Ngurah Rai akan mengerahkan 213 personel untuk pengamanan kunjungan itu.

Dani menambahkan TNI AU telah melakukan persiapan sejak sekitar seminggu lalu, dan akan melakukan pengamanan di sekitar Lanud dan Ring 1 Bandara Ngurah Rai saat kedatangan Raja Salman.


Bagaimana pendapat anda tentang post ini?


.