Suka Film Nya SUZANA? Inilah 5 Hal yang Tak Terlupakan tentang Suzanna


Suka Film Nya SUZANA? Inilah 5 Hal yang Tak Terlupakan tentang Suzanna

Pasti Lister udah tau nih tentang wanita yang satu ini. Suzanna bisa dibilang sebagai hantunya Indonesia karena citranya sebagai hantu susah dilepaskan dari opini masyarakat Indonesia ketika ditanya apa yang mereka ingat tentang Suzanna.

Serentak mereka pasti menjawab “Kuntil Anak, Sundel Bolong, Nyi Roro Kidul, dll.” Meskipun pernah memerankan adegan panas di beberapa film, namun citra seram lebih besar ketimbang citra seksinya. Kami yakin lima hal berikut akan langsung menyegarkan ingatan Anda tentang almarhumah yang meninggal tanggal 15 Oktober 2008 pada usia 66 tahun ini.


1. Bang, Satenya Bang!
Siapa yang bisa melupakan kalimat yang diucapkan Suzanna di film Sundel Bolong, “sate 200 tusuk makan disini, Cepetan! Biarin mentah juga enak”? Dalam adegan ini, mungkin karena sangat lapar, Suzanna tak tanggung-tanggung memesan 200 tusuk sate kepada dua pedagang sate yang tengah nyenyak tertidur. Bahkan, 200 sate yang masih mentah itu langsung dilahapnya hanya dalam beberapa detik saja. Tak cukup itu, setelah semua sate itu habis, ia pun membuat bingung pedagang tersebut sekali lagi dengan memesan soto BESERTA PANCINYA yang masih panas. Tidak menggunakan sendok atau garpu untuk memakan soto panas tersebut, Suzanna malah meneguknya sampai habis. Wah, udah makan sate mungkin haus banget ya? Olga Syahputra yang sangat mengidolakan Suzanna pun selalu melontarkan kalimat ini dengan mimik muka yang menyerupai Suzanna ketika berakting sebagai Sundel Bolong,

2. Lagu Suzanna dan Haji Bokir
Pecinta film-film jadul pasti langsung terngiang lagu yang pernah dinyanyikan oleh grup lawak Indonesia, Warkop DKI. Terlepas apakah lagu berjudul Suzanna ini memang ditujukan kepada aktris Indonesia atau tidak, namun kami yakin setiap Anda mendengar lagu ini pasti teringat Suzanna.

Selain itu, film horor komedi Sundel Bolong yang ditonton oleh 3 juta orang bersaing ketat dengan film-film dari Dono dkk ini. Selain itu, duet maut antara Suzanna dan legenda komedi asal betawi, Haji Bokir membawa film-film horor Suzanna selalu laris di pasaran.

Clift pun berkomentar tentang peran Haji Bokir yang selalu mengundang tawa dan memiliki ide fresh, “Haji Bokir selalu memunculkan ide-ide gila bahkan kelucuannya selalu membuat orang sekitar tertawa. Sampai-sampai, syuting kadang harus break karena orang-orang tidak tahan untuk tertawa.”

3. Ratu Horor
Pemilik nama lengkap Suzanna Martha Frederika van Osch ini memiliki gelar The Queen of Indonesian Horror. Tercatat, kesemua 27 film horor yang ia bintangi selalu laris manis, seperti Sundel Bolong (1980), Nyi Blorong (1982), yang menjadi film terlaris FFI 1983, Ratu Ilmu Hitam (1981), Nominasi Aktris Terbaik Piala Citra FFI 1982, Bernafas dalam Lumpur (1970), Beranak dalam Kubur (1971), Pulau Cinta (1978), sampai terakhir, Hantu Ambulance (2008).

Citra mistik ini tidak hanya melekat di layar lebar saja, namun di kehidupan sehari-hari pun Suzanna tidak lepas dari hal-hal mistis. Seperti dilansir dari hot.detik.com, Waridi, sesepuh ‘Paguyuban Satrio Mataram – SM 68? menerangkan kebiasaan Suzanna selama hidupnya, yaitu memakan bunga mawar merah, menggunakan busana serba hijau, dan menyukai binatang ular.

“Bila ingin mengikuti jejak Suzanna harus melewati sembilan tahap, hobi memakan bunga mawar segar dalam satu hari satu piring, makan hanya sayur dan buah, suka binatang ular. Selain itu, Ibu Suzanna juga sering ke Pantai Parang Tritis dengan menggunakan busana warna hijau, sepatu warna hijau apapun serba hijau. Padahal itu dilarang. Hobby makan bunga mawar merah dipercaya sebagai penambah munculnya pancaran aura ibu Suzanna. Itu berlaku untuk siapa pun yang bisa melakukannya,” ungkap Waridi (21/11/2011).

4. Asmara Dara
Pada tahun 1958, Suzanna yang bercita-cita menjadi guru memberanikan diri untuk mengikuti audisi peran untuk film Tiga Dara di Yogyakarta. Keberhasilannya dalam film tersebut membuat Suzanna mendapatkan peran lagi di film Asmara Dara pada tahun 1958. Gadis muda berjulukan The Next Indriati Iskak ini berhasil memukau penonton lewat Asrama Dara yang disutradarai Usmar Ismail dan meraih banyak penghargaan, di antaranya The Best Child Actress (Festival Film Asia, Tokyo, 1960), dan Golden Harvest Award. Sejak itulah, namanya mulai melesat dan kebanjiran order peran.

5. Film Panas
Selain film horor, bintang film kelahiran Bogor, 14 Oktober 1942 ini pun ditantang untuk beraktif di film-film panas, seperti Bernafas Dalam Lumpur (1970), Bumi Makin Panas (1973), Sundel Bolong (1983) dll. Memang, era tahun akhir 70 dan akhir 80an, film esek-esek sedang nge-tren. Otomatis, sebagai aktris papan atas Suzanna harus mengikuti kemauan pasar agar tetap eksis pada waktu itu.

Bagaimana pendapat anda tentang post ini?


.